Mola hidatidosa

Mola hidatidosa


Suatu Kehamilan yang ditandai dengan adanya villi korialis yang tidak normal secara histologis yang terdiri dari beberapa macam tingkatan proliferasi trofoblastik dan edema pada stroma villus. Biasanya kehamilan mola terjadi di dalam uterus, tetapi kadang2 terdapat juga di saluran telur ataupun ovarium.

  • Kehamilan yang berkembang tidak wajar
  • Tidak ditemukan janin
  • Hampir seluruh villi korialis mengalami perubahan hidropik
  • Bila disertai janin atau bagian janin disebut Mola parsial
  • Pembuahan sel telur yang kehilangan intinya atau inti tidak aktif lagi

Faktor Resiko

  • Defek pada ovarium
  • abnormalitas pada uterus
  • defisiensi nutrisi antara lain defisiensi protein, asam folat, karoten
  • umur dibawah 20 tahun atau
  • usia diatas 40 tahun : memiliki peningkatan resiko 7x dibanding perempuan yang lebih muda

Mortalitas & Morbiditas  (Angka kematian & kesakitan)

Pada Mola 20% berkembang menjadi keganasan trofoblastik. Setelah terbentuk mola komplit, invasi ke uterus terjadi pada 15% pasien & metastasis terjadi pada 4% pasien. Kasus koriokarsinoma yang berkembang dari mola partial belum pernah dilaporkan, walaupun 4% pasien dengan mola parsial akan berkembang menjadi penyakit trofoblastik non metastasis persisten yang membutuhkan kemoterapi.

Makroskopik
Gelembung-2 putih, tembus pandang, berisi cairan jernih, dengan ukuran bervariasi dari beberapa milimeter sampai satu atau 2 cm

Gejala

  • Derajat keluhan mual muntah lebih hebat
  • Uterus lebih besar dari usia kehamilan
  • Perdarahan mrpk gejala utama
  • Terjadi pada bulan 1-7, rata2 usia kehamilan 12-14 minggu
  • Perdarahan bisa sampai syok dan meninggal


Klasifikasi

Pembagian mola berdasarkan dengan adanya janin atau tidak

1. Mola hidatidosa komplit

Villi korion berubah menjadi massa vesikel dengan ukuran bervariasi dari sulit terlihat sehingga diameter beberapa centimeter. Histologinya memiliki karekteristik, yaitu :

  • Terdapat degenerasi hidrofik & pembengkakan stroma villi
  • Tidak ada pembuluh pada villi yang membengkak
  • Proliferasi dari epitel trofoblas dengan bermacam2 ukuran
  • Tidak adanya janin atau amnion

2. Mola Hidatidosa parsial

Masih tampak gelembung yang disertai janin atau bagian dari janin. Umumnya janin masih hidup dalam bulan pertama. Tetapi ada juga yang hidup sampai aterm. Pada pemeriksaan histopatologik tampak di beberapa tempat villi yang edema dengan sel trofoblas yang tidak begitu berproliferasi, sedangkan tempat lain masih banyak yang normal.

Karakteristik mola adalah adanya konseptus jaringan trofoblastik hiperplastik yang tertanam pada plasenta. Hasil konsepsi ini tidak memiliki inner cell mass.

Jika terjadi gangguan pada saat embryonic inner cell mass yang seharusnya berpotensi untuk berdiferensiasi menjadi lapisan ekto, meso dan endoderm, maka perubahan tersebut gagal dan terjadilah pembentukan trofoblas yang akan berkembang menjadi sitotorofoblas dan sisitiotrofoblas, danmasih mampu untuk membentuk ekstraembrionik mesoderm yang akhirnya akan membentuk vesikel dari mola dengan mesoderm yang longgar pada inti villinya.

Diagnosis

  • Amenore/tidak haid
  • Perdarahan pervaginam
  • Uterus lebih besar dari usia kehamilan
  • Tidak ditemukan tanda kehamilan pasti seperti balotemen dan bunyi jantung janin
  • β-hCG dalam darah atau urin
  • Foto abdomen, biopsi transplasental, sonde uterus diputar, USG

Komplikasi

Bisa disertai preeklampsia pada usia kehamilan yang lebih muda

Tirotoksikosis, prognosis lebih buruk, biasanya meninggal akibat krisis tiroid

Emboli sel trofoblas ke paru

Sering disertai kista lutein, baik unilateral maupun bilateral, kista menghilang jika mola sudah dievakuasi

Mola dengan kista lutein mempunyai resiko 4x lebih besar berdegenerasi

Terapi

Perbaikan keadaan umum

Pengeluaran jaringan mola (Evakuasi)

Profilaksis dengan sitostatika

Pemeriksaan tindak lanjut (Follow up)

Perbaikan keadaan umum

Transfusi darah jika anemia atau syok

Menghilangkan penyulit seperti preeklampsia dan tirotoksikosa

Evakuasi Mola

Kuret hisap (Vakum) : Sambil diberikan uterotonika untuk memperbaiki kontraksi, sedia darah

Histerektomi : cukup umur atau cukup anak, bila ditemukan tanda2 keganasan berupa mola invasif

Profilaksis dengan sitostatika

Kasus mola dengan resiko tinggi akan terjadinya keganasan, atau pada pemeriksaan Patologi Anatomi ditemukan mencurigakan tanda keganasan

Methotrexate atau actinomycin D

Dapat menghindarkan keganasan dengan metastasis, mengurangi koriokarsinoma diuterus sebanyak 3x

Follow up

Dianjurkan untuk tidak hamil 1 tahun

Kondom atau pil KB

Pemeriksaan β-hCG berkala dan radiologi

Prognosis

Kematian akibat perdarahan, infeksi, eklampsia, penyakit jantung atau krisis tiroid. Dinegara berkembang 2,2 % dan 5,7%, proses keganasan berlangsung antara 7 hari sampai 3 tahun pasca mola, yang paling banyak 6 bulan pertama, bisa melahirkan normal setelah th/mola

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: