Secuil Roti…

Awalnya.. Ku pikir dia baru

sebuah kristal hidup yng memberikan cahaya abadinya untukku

tapi ternyata aku salah..

dia sama, tetap hanya berjalan, tersenyum, memberiku secuil roti,

lalu pergi…

selalu secuil roti lalu pergi

tak pernah berniat untuk duduk disampingku

tak pernah berniat menjaga mataku untuk tetap terjaga

selalu hanya melihat, beriba hati, mengkasihani, lalu pergi…

tak pernah berniat untuk mengulurkan tangannya padaku

bukan salahnya, karena memang tak mudah untuk duduk disampingku

tapi aku benci harapan itu

selalu secuil roti lalu pergi

kenapa harus ada secuil roti? kenapa ia tak pergi begitu saja, kalau ketika aku meminta secuil roti lagi, ia sudah menghilang bersama langkah kakinya..

100691,mardani_smile^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: