Menjahit Kembali Sajadah Iman yang Kian Terkoyak

HILANG

Banyak macam benda yang mampu mencuri iman itu dari hati manusia.. Tidak perlu melihat ke dalam sudut yang lebih dalam ataupun di perspektif yang lebih jauh, cukuplah dengan memandang keadaan di sekeliling – itu sudanh cukup untuk menjadi asbab agar iman itu di bawa lari.

Aurat yang tidak tertutup sepenuhnya mampu merampas iman daridalam jiwa hati manusia. Hiburan tanpa mengenal batasan mampu merombak iman manusia. Memenuhi tuntutan hawa nafsu makan secara berlebihan mampu merombak iman manusia. Selautan perkara, sebanyak macam benda bisa menjadi asbab kepada berpudarnya iman di dalam hati manusia.

Bahayanya sekiranya tuan empunya hati yang menyimpan iman itu tidak menangisi realitas keteguhan iman yang semakin goyah. Tidak menjaga lidah dalsm berbicara, tidak menutup telinga dari seruan-seruan fahsya’ dan munkar memasuki ruang pendengaran, tidak menoleh ke arah zon yang menyelamatkan iman apabila mata mula meliar mencari dosa-dosa, tidak menarik tangan apabila tangan-tangannya itu ditawarkan dengan emas permata tipuan dunia, tidak mengangkat kaki untuk berhijrah kearah yang menghidupkan, masih duduk di singgasana dosanya yang lama.

Gelapnya terasa di dalam dunia orang yang tidak menjaga iman. Datangnya cahaya iman ke dalam hatinya, dia hambat dan dia tutup tingkap hatinya dari menerima sinaran iman itu. Dia tolak kehadiran iman itu. Seolah-olah lebih suka di dalam gelap gulita dunia kesesatannya sendiri!

Amalan jahiliyah dihidupkan kembali oleh orang Islam sendiri apabila penzinaan menjadi gurauan, anak-anak kecil menjadi mangsa..terbuang dan terbunuh. Benih jahiliyah yang disemai, tanpa sekatan dan tanpa batasan.. inilah ja;lan-jalan penghalang kebangkitan Islam, yang dilihat dan disengajakan dan diberi laluan. Dikatakan membawa kemajuan dan kegemilangan, sebenarnya inilah laluan kepada kehancuran dan kebinasaan.

Sedihnya melihat iman yang tidak dijaga, karena tidak mengetahui ataupun telah menutup mata sendiri tentang hakikat iman yang tidak dapdat dijual-beli serta diwarisi. Menangis dan merana jiwa yang hampa ababila melihat sewenang-wenangnya manusia yang pada mulanya beriman di dalam hatinya telah dihanyutkan oleh badai perusak iman.

to be continue

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: