HIDRAMNION

HIDRAMNION

By Rini werdiningsih
09.0B.703

Hidramnion adalah meningkatnya air ketuban melebihi 2000 cc. Normalnya , air ketuban akan makin meningkat jumlahnya sehingga mencapai antara 800-1000 cc, pada usia hamil 34-36 minggu. Selanjutnya akan sedikit menurun dengan angka rata-rata 800-900 cc pada bayi aterm. Hidramnion dapat berkembang meningkat apabila terjadi peningkatan air ketuban dalam waktu 14 hari.Hidramnion juga dapat menimbulkan gejala pada ibu hamil yang meliputi dispnea (sesak nafas), kaki tungkai bawah membengkak, perut membesar, dan tampak mengkilat.
Proses terjadnya hidramnion lambat (melebihai batas satu bulan) dan tidak terlalu banyak menimbulkan keluhan. Penyebab terjadinya hidramnion berkaitan dengan kelainan konginital (anensefalus, atresia esofagus, spina bifida, fistula usus), kelainan pada plasenta, kelainan penyakit yang menyertai kehamilan(diabetes militus, hamil ganda).
Komplikasi hidramnion terjadi karena harus melakukan tindakan agar gejala klinis dan keluhan pada ibu hamil berkurang. Tindakan ini meliputi persalinan prematur,bila ketuban pecah dapat menimbulkan prolapsus bagian kecil dan prolapsus fenikuli. Komplikasi hidramnion pada posisi janin intra uterin ditemukan kelainan letak janin. Saat persalinan dapat terjadi selusio plasenta , perdarahan pasca partus, dan karena kelainan letak mungkin memerlukan tindakan operasi.
Hidramnoin akut yang terjadi mendadak dalam waktu kurang dari dua minggu, memerlukan tindakan untuk meringankan beban ibu hamil. Cara yang dapat dilakukan adalah melakukan amnesiosentesis melalui transabdominal(dikeluarkan perlahan melalui jarum, tuntunan memasukan jarum mempergunakan USG) atau melalui trasvagina. Melalui transvagina bila sudah diketahui bahwa janin mengalami kelainan kongenital yang sulit hidup. Cara dengan memecahkan ketuban untuk mengeluarkan air ketuban perlahan sehingga tidak menimbulkan komplikasi solusio plasenta. Sebagai terminasi sehingga dalam hal ini janin dikorbankan.
Dengan demikian maka sikap bidan sudah jelas yaitu melakukan rujukan sehingga mendapatkan pertolongan spesialistis. Mengingat komplikasinya bila ditolong setempat sangat berbahaya diantaranya sulosio plasenta, perdarahan pasca partus, prolapsus tali pusat, dean lainya. Komplikasi ini memerlukan persiapan yang baik dalam memeberikan pertolongan secara khusus.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: